Booster 250 - Nufarm Indonesia

SIFAT KIMIA DAN FISIKA

Nama Kimia
:
cis,trans-3-chloro-4-
[4-methyl-2-(1H-
1,2,4-triazol-1-
ylmethyl)-1,3-
dioxolan-2-
yl]phenyl4-
chlorophenyl ether

Rumus Empiris
:
C H Cl N O 19 17 2 3 3
Berat Molekul
:
406,3
Warna
:
Cairan jernih berwarna kuning kecoklatan
Berat Jenis
:
0,98-1
Kekentalan
:
-
Kandungan bahan aktif
:
250 g/l difenokonazol
pH
:
3 x 10-6 mmHg @ 50oc
Bau
:
-
Flammabilitas
:
Tidak mudah terbakar
Explosivitas
:
Tidak mudah meledak

Fungisida sistemik dan zat pengatur tumbuh tanaman untuk mengendalikan penyakit bercak daun Cercospora sp. dan penyakit busuk upih Rhizoctonia solani serta meningkatkan jumlah anakan, hasil gabah per rumpun, hasil gabah per hektar dan meningkatkan persen gabah isi pada tanaman padi.

KEUNGGULAN PRODUK :


  • Aplikasi pada fase pertumbuhan vegetatif dapat meningkatkan perkembangan malai.
  • Sebagai zat pengatur tumbuh tanaman untuk meningkatkan hasil panen melalui kondisi tanaman yang sehat.
  • Mendorong berkembangnya jumlah gabah yang lebih banyak dibandingkan kontrol
  • Spektrum pengendalian penyakit sangat luas dan memberikan perlindungan yang lama secara preventif dan kuratif terhadap Ascomycetes, Basidiomycetes, Deuteromycetes, Misalnya : Alternaria, Cercospora, Colletotrichum, dll.
  • Melindungi hasil panen (yield) dan kualitas tanaman
  • Sangat efektif mengendalikan penyakit bercak daun pada padi
  • Meningkatkan hasil panen dengan meningkatnya waktu retensi daun hijau.
  • Melindungi daun termasuk daun tua dari serangan penyakit.
  • Daun padi lebih bersih.

REKOMENDASI PENGGUNAAN


Tanaman &
Organisme Sasaran/Target

Dosis/Konsentrasi
Waktu Penyemprotan
Padi
Penyakit bercak daun :
Cercospora spp.
Penyakit busuk upih
Rhizoctonia solani

Meningkatkan jumlah anakan, Meningkatkan hasil gabah per rumpun Meningkatkan hasil gabah
per hektar, Meningkatkan persen gabah isi


0,25 - 0,5 ml/l

1 - 1,5 ml/l


100 - 200 ml/ha

100 ml/ha

Pada saat gulma belum tumbuh subur (pra tumbuh)