Kurproxat 345 - Nufarm Indonesia

SIFAT KIMIA DAN FISIKA

Nama Kimia
:
Cupric sulphate-tricupric
hydroxide-hemihydrate.

Rumus Empiris
:
Cu H O S
Berat Molekul
:
461.27
Warna
:
Biru kehijau-hijauan
Berat Jenis
:
1.27 g/cm pada 20 C.
Kekentalan
:
2500 mPas pada 20 C.
Kandungan bahan aktif
:
345 g/L copper oxy sulfate
pH
:
6 - 8
Flammabilitas
:
Tidak mudah terbakar
Explosivitas
:
Tidak mudah meledak

KUPROXAT 345 SC merupakan fungisida yang juga berfungsi sebagai bakterisida. Berbahan aktif tembaga oxysulfat direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit hawar daun pada padi sawah (Kresek), penyakit antraknosa pada tanaman cabai, penyakit blendok pada jeruk dan penyakit busuk buah pada kakao.

KEUNGGULAN PRODUK :


  • KUPROXAT 345 SC mengandung tri-basic Copper Sulfate sebagai bahan aktif
  • Efektif baik sebagai fungisida maupun bakterisida karena ukuran partikelnya yang sangat halus dan daya melekatnya yang baik.
  • Satu-satunya produk berbahan aktif tembaga yang difrormulasi dalam bentuk cair.
  • Spektrum yang luas yang bekerja secara multisite, sehingga jamur resisten menjadi sangat kecil.
  • Pelepasan ion Cu terkontrol dengan baik dan bersifat slow release sehingga tidak fitotoksik terhadap tanaman dan dapat melindungi tanaman dari jamur dan bakteri dalam waktu yang lama.
  • Ukuran partikel paling kecil dibanding fungisida tembaga lainnya sehingga penutupan yang baik pada tanaman.
  • Bersifat rainfastness (tahan terhadap pencucian air hujan).
  • PH formulasi dan larutan semprot bersifat netral, sehigga tanaman tidak akan stress pada saat disemprot.
  • Stabilitas suspensi yang tinggi pada larutan dalam tangki, sehingga tidak ada pengendapan dan tidak menyumbat nozzle.

REKOMENDASI PENGGUNAAN


Tanaman &
Organisme Sasaran/Target

Dosis/Konsentrasi
Waktu Penyemprotan
Padi sawah
Penyakit hawar daun :
Xanthomonas campestris


Cabai
Penyakit antraknosa :
Colletotrichum sp.
Gloeosporium piperatum


Jeruk
Penyakit busuk buah/blendok :
Phytophtora sp.


Kakao
Penyakit busuk buah :
Phytophtora palmivora


2 - 3 ml/l air



1 - 2 l/ha




2,5 - 5 ml/l air



2 - 4 ml/l air

Apabila terlihat gejala serangan, dengan interval 7-10 hari sesuai keadaan serangan.
Penyemprotan volume sedang sampai tinggi dengan volume air 200-400 l/ha. Penyemprotan segera bila ditemukan serangan.
Apabila terlihat gejala serangan, dengan interval 7-10 hari sesuai keadaan serangan.
Apabila terlihat gejala serangan, dengan interval 7-10 hari sesuai keadaan serangan.