Sinergy 300 - Nufarm Indonesia

SIFAT KIMIA DAN FISIKA

Nama Kimia
:
cis,trans-3-chloro-
4-[4-methyl-2-(1H-1,2,4-triazol-1-
ylmethyl)-1,3-dioxolan-2-yl]phenyl 4
-chlorophenyl ether + (±)-1-[2-(2,4-
dichlorophenyl)-4-propyl-1,3- dioxolan-2-ylmethyl]-1H-1,2,4- riazole

Rumus Empiris
:
C H C N O dan C H Cl N O
Berat Molekul
:
Difenokonazol 406.3;
Propikonazol 342.2

Warna
:
Cairan jernih berwarna kuning kecoklatan
Berat Jenis
:
1.07 g/cm
Kekentalan
:
-
Kandungan bahan aktif
:
Difenokonazol150 g/l
Propikonazol 150 g/l

pH
:
6
Flammabilitas
:
Tidak mudah terbakar
Explosivitas
:
Tidak mudah meledak

SINERGY 300 EC merupakan fungisida sistemik dan zat pengatur tumbuh tanaman.Termasuk fungisida dari golongan Triazol. Fungisida ini cocok digunakan untuk mengendalikan penyakit busuk upih pada padi, penyakit bercak daun pada jagung dan penyakit bercak ungu pada bawang merah serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanam padi.

KEUNGGULAN PRODUK :


  • Mengandung dua bahan aktif, yaitu difenokazol 150 g/L dan propikonazol 150 g/L.Perpaduan antara dua bahan aktif yang bersifat sebagai fungisida dan ZPT ini dapat meningkatkan produksi tanaman dan kualitas panen.
  • Sebagai zat pengatur tumbuh tanaman untuk meningkatkan hasil panen melalui kondisi tanaman yang sehat.
  • Mendorong berkembangnya jumlah gabah yang lebih banyak dibandingkan kontrol.
  • Melindungi hasil panen (yield) dan kualitas tanaman.
  • Sangat efektif mengendalikan penyakit bercak daun pada padi.

REKOMENDASI PENGGUNAAN


Tanaman &
Organisme Sasaran/Target

Dosis/Konsentrasi
Waktu Penyemprotan
Padi
Penyakit busuk upih
Rhizoctonia solani

Meningkatkan pertumbuhan
Meningkatkan jumlah anakan, Meningkatkan hasil gabah per rumpun Meningkatkan hasil gabah
per hektar,
Meningkatkan persen
gabah isi

Jagung
Penyakit bercak daun
Helminthosporium maydis

Bawang merah
Penyakit bercak ungu
Alternaria porri


1 - 1,5 ml/l


150 ml/l

75-150 ml/l




3 - 4.5 ml/l


0.75-1.5 ml/l


Apabila terlihat gejala serangan, dengan interval 7-10 hari sesuai keadaan serangan.

Pada saat fase primordia bunga (pembentukan malai) dan fase bunting padi






Apabila terlihat gejala serangan.


Apabila terlihat gejala serangan.